Health

Stunting Adalah Kondisi Tubuh Anak Pendek Yang Ternyata Berbahaya

stunting adalah

image: depkes

Stunting adalah keadaaan tubuh yang dapat pendek menurut WHO-MGRS

Apa itu stunting? Stunting adalah kondisi tubuh yang tidak sesuai tinggi normal pada usia rata-rata, atau kondisi tubuh yang pendek tidak sesuai umurnya atau mudahnya adalah kondisi tubuh anak yang mengalami gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tingginya lebih pendek dari usia sebayanya, informasi ini dikutip dari depkes.go.id 

Tanda dari kondiri tubuh anak yang pendek adalah gizi kronis pada masa tumbuh anak, apalagi jika stunting dialami oleh anak yang berusia dibawah 2 tahun, hal ini harus ditangani secara cepat dan tepat. Tubuh anak yang pendek berada dibawah tinggi rata-rata normal pada usianya merupakan akibat dari kurang gizi yang berlangsung cukup lama. Hal ini membuat masa pertumbuhan anak tidak normal dan tergolong stunting.

Penyebab Stunting Pada Anak?

Stunting adalah kondisi tubuh pendek yang berasal dari beberapa faktor dimasa lalu, contohnya asupan gizi yang tidak baik, terkena penyakit infeksi, atau berat badan lahir rendah. Kondisi kurang gizi pada anak tidak hanya terjadi pada saat setelah lahir saja, namun bisa juga pada saat masih di dalam kandungan. WHO mengatakan 20% kasus stunting terjadi pada bayi saat masih di dalam kandungan. Lalu kondisi stunting juga bisa terjadi karena kurangnya gizi anak pada usia dibawah 2 tahun, karena tidak diberikan ASI ekslusive atau MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang kurang berkualitas gizinya.

Gejala stunting?

Gejala stunting yang dapat mudah diketahui adalah kondisi tubuh pendek dibawah rata-rata usia sebayanya.  Tubuh anak akan mudah diketahui jika anda memantau anak sejak lahir.

Gejala stunting lain yang wajib diketahui

  • Berat badan anak tidak naik, bahkan bisa turun.
  • Perkembangan anak tidak normal, telat menstruasi
  • Mudah terserang penyakit infeksi

Resiko Stunting pada anak

Akibat dari stunting akan dirasakan oleh anak dikemudian hari setelah anak dewasa, berikut ini adalah resiko dari stunting

  • Anak akan merasa sulit untuk belajar.
  • Kemampuan kognitif yang lemah.
  • Mudah lelah dan tidak seaktif usia sebayanya
  • Memiliki resiko untuk terkena penyakit infeksi
  • Memiliki resiko untuk mengalami penyakit kronis seperti diabetes, jantung, kangker dll

Cara Menangani Stunting Pada Anak

WHO dan UNICEF menganjurkan agar bayi pada usia 6-23 bulan diberi asupan ASI dan pendamping ASI (MP-ASI) yang maksimal. Pemberian MPASI sebaiknya mengandung minimal 4 atau lebih dari 7 jenis makanan. MPASI seperti serealia/umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur atau sumber protein lainnya, sayur dan buah kaya vitamin A atau lainnya.

Dan wajib diperhatikan juga batas ketentuan minimum meal frequency (MMF), untuk bayi usia 6-23 bulan yang diberi dan tidak diberi ASI, dan sudah mendapat MP-ASI, seperti:

Usia bayi yang diberi ASI:

  • Usia 6-8 bulan: diberi 2 kali per hari atau lebih
  • Usia 9-23 bulan: diberi 3 kali per hari atau lebih

Usia bayi yang tidak diberi ASI:

  • Usia 6-23 bulan: diberi 4 kali per hari atau lebih

 

Bagaimana Cara Mencegah Stunting ?

Cara mencegah stunting untuk ibu hamil dan bersalin:

  • memantau kesehatan secara optimal beserta penanganannya, pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi.
  • memeriksa kehamilan atau ante natal care (ANC) secara rutin dan berkala.
  • menjalankan proses persalinan di fasilitas kesehatan terdekat, seperti dokter, bidan, maupun puskesmas.
  • memberikan makanan tinggi kalori, protein, serta mikronutrien untuk bayi (TKPM).
  • melakukan deteksi penyakit menular dan tidak menular sejak dini.
  • memberantas kemungkinan anak terserang cacingan.
  • melakukan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan penuh.

Cara mencegah stunting untuk balita:

  • rajin memantau pertumbuhan balita.
  • rajin memberikan makanan tambahan (PMT) untuk balita.
  • rajin melakukan stimulasi dini perkembangan anak.
  • rajin memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan yang optimal untuk anak.

Cara mencegah stunting untuk anak usia sekolah:

  • Selalu memberikan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan harian anak.
  • Selalu mengajarkan anak pengetahuan terkait gizi dan kesehatan.

Cara mencegah stunting untuk remaja:

  • Selalu membiasakan anak untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.
  • memberikan informasi kepada anak mengenai kesehatan reproduksi.

Mencagah stunting untuk dewasa muda:

  • Mengetahui seputar keluarga berencana (KB).
  • Melakukan deteksi dini terkait penyakit menular dan tidak menular.
  • Selalu menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.

 

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close