Apa itu kebiri kimia?

Kebiri adalah tindakan bedah pada bagian kelamin pria atau wanita yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betinaPraktik kebiri kini menjadi istilah medis, Praktik ini sudah dilakukan manusia bahkan jauh sebelum tercatat dalam sejarah biasanya dilakukan atas dasar alasan keagamaan atau sosial di budaya tertentu contohnya di Eropa, Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan Asia Timur.

Dahulu kala praktik ini sering dilakukan sebagai simbol perampasan tyang artinya ketika mereka yang kalah dalam peperangan sebagai gantinya pemenang biasanya mengebiri dengan memotong penis dan testis mayat prajurit yang telah dikalahkan sebagai tindakan simbolis “merampas” kekuatan dan keperkasaan mereka.

Dan baru baru ini, muncul yang namanya Kebiri Kimia. Lalu apa itu kebiri kimia?

Menurut The Sun, yang di kutip dari detik.com kebiri kimia berbeda dengan kebiri konvensional yang melibatkan pemotongan alat kelamin. Kebiri kimia dilakukan lewat suntikan, menggunakan obat yang akan menurunkan kadar hormon testosteron yang nantinya akan berdampak pada libido atau dorongan seksual. Biasanya kebiri kimia menggunakan obat-obat penekan hormon testosteron, yakni dari golongan Luteinizing hormone-releasing hormone (LH-RH) agonists. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kesulitan mengendalikan nafsu seks, fantasi atau dorongan seksual yang mengganggu, sadisme dan kecenderungan berbahaya lainnya. Obat yang sama juga bisa digunakan dalam pengobatan kanker prostat.

Sejak mencuatnya kasus Aris yang merupakan predator seksual kasus perkosa sembilan anak di bawah umur di daerah Mojokerto sejak 2015. Pemuda dengan aktivitas keseharianya sebagai tukang las telah di jatuhi hukuman.

Hukuman kebiri kimia kepada Aris ini merupakan kali pertama yang digunakan dalam peradilan di Indonesia sejak pengesahan Undang-undang No. 17 Tahun 2016. Beleid tersebut merupakan penetapan atas Perppu No. 1/2016 mengenai Perubahan Kedua UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang disahkan pada 9 November 2016. UU itu mengatur penambahan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

 

[Total: 0    Average: 0/5]
Leave a Comment

1
Halo ada yang dapat kami bantu?
Powered by