3 Masjid Dengan Arsitektur Memukau Semua Ada Di Indonesia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Masjid adalah tempat ibadahnya umat Muslim, tidak hanya itu masjid juga di gunakan sebagai tempat kegiatan keagamaan seperti mengaji, dakwah, atau menjadi tempat sosial sesama umat Muslim.

Kali ini kami akan membahas mengenai tempat ibadah umat Muslim dan berikut masjid dengan arsitektur mengagumkan ini, mungkin bisa jadi salah satu destinasi yang bisa kamu kunjungi untuk memperdalam ibadah kamu di bulan suci Ramadhan.

Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Mahligai Minang, merupakan salah satu masjid terbesar di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Rancangan masjid ini merupakan karya arsitek dari Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatera Barat. Sayembara ini diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada tahun 2007 lalu dan Masjid ini berdiri kokoh di area seluas 40.343 meter persegi.

Serangkaian panjang waktu pembangunan kala itu sempat terkendala karena ada nya musibah pada tahun 2009 silam, sebagai bentuk turut belasungkawa pada awal tahun 2014, Pemerintah Turki mengirimkan bantuan karpet permadani untuk mendukung penyelenggaran ibadah seiring kerja sama yang dibangun oleh pemerintah provinsi. Bertepatan di hari Jumat 4 Januari 2019, Masjid ini resmi di buka untuk umum. Pembukaan masjid kala itu adalah sekaligus menandai tuntasnya pembangunan Masjid Raya Sumatra Barat

Desain bangunan menampilkan arsitektur modern yang tak selalu identik dengan kubah. Atap masjid mengikuti tipologi arsitektur tradisional Minangkabau dengan atap bergonjongnya. Masjid ini juga dihias dengan ukiran khas Minang sekaligus kaligrafi pada dinding bagian luar.

Masjid Al Irsyad

Masjid yang berlokasi di dalam kompleks Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini pernah meraih predikat sebagai salah satu rumah ibadah terindah oleh National Frame Building Association. Masjid ini termasuk kedalam masjid tercepat dalam pembangunan nya, di mulai dari tahun 2009 dan selesai tahun 2010. Masjid Al-Irsyad diresmikan pada 17 Ramadan 1431 Hijriah tepatnya 27 Agustus 2010 silam.

Bangunannya unik, megah, dan kokoh, Masjid ini mempunyai luas 1.871 meter persegi, Dan hanya memiliki tiga warna yaitu putih, hitam, dan abu-abu. Susunan tiga warna tersebut menjadikan tampil lebih cantik, modern, simpel namun tetap elegan dan enak dipandang mata.

Di dalam interior masjid, jumlah lampu yang dipasang sebanyak 99 buah sebagai simbol 99 nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Masing-masing lampu yang berbentuk kotak itu, memiliki sebuah tulisan nama Allah. Tulisan pada lampu-lampu itu dapat dibaca secara jelas dimulai dari sisi depan kanan masjid sedangkan tulisan ke-99 pada sisi kiri bagian belakang masjid

Berbentuk kubus, Masjid Al Irsyad ini memanfaatkan kekayaan sinar matahari dengan desain arah kiblat yang terbuka. Saat matahari terbenam, cahaya akan masuk dari bagian depan yang tidak berdinding.

Sekeliling arah kiblat juga terdapat kolam yang memantulkan cahaya matahari dari plafon. Arsitek masjid, Ridwan Kamil mengatakan, desain masjid ini terinspirasi dari bentuk kubah di Masjidil Haram, Makkah, yang berbentuk kotak dengan lingkaran yang mengelilinginya.

Masjid Nuurur Rahmaan

Masjid yang berada di kompleks Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini memiliki perpaduan warna yang tak biasa. Masjid ini diresmikan oleh Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan pada Jumat (3/6/2016), atau Jumat terakhir sebelum memasuki bulan puasa. 

Warna yang full colour ini adalah bagian eksterior dari masjid Nuurur Rahman, ada sejumlah warna yang diterapkan mulai dari hijau, kuning gading, dan merah bata. Sebagian besar masjid diselimuti perpaduan kuning gading dan merah bata, sementara warna hijau menandai tempat mimbar di dalamnya atau sebagai arah kiblat. Dibangun di area seluas 500 meter persegi masjid ini memiliki fitur unik yaitu passive design sehingga ramah lingkungan. Kolom pembentuk mimbar di bagian eksteriornya, terdiri dari 10 kolom yang masing-masing di kiri dan kanan berjumlah lima tiang. Hal ini menunjukkan waktu shalat wajib bagi umat muslim dalam satu hari yaitu 5 waktu, Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

Selain memiliki arti tersebut, kolom ini dibangun berjejer dan memudahkan aliran udara masuk dan keluar masjid. Di bawah kolom-kolom ini, terdapat kolam dengan air mengalir yang menggambarkan kehidupan muamalah, yaitu hablum minannas.

Arah air dari dalam keluar merupakan refleksi bahwa salat memiliki efek terhadap kehidupan di luar masjid dan sebagai sarana keseimbangan antara ibadah vertikal, yaitu manusia dengan Allah dan ibadah horisontal, yaitu sesama manusia, misalnya dengan bersedekah. Sementara seluruh tembok yang melindungi masjid ini dibuat dengan lubang-lubang karena bertujuan sama, yaitu memudahkan pergantian aliran udara.

Dinding yang terbuka ini dimaksudkan untuk penghematan energi dari sisi pencahayaan dan penggunaan pendingin ruangan. Masjid yang mengadopsi kearifan lokal tradisional-joglo ini memiliki tinggi puncak 17 meter dari lantai, yang merefleksikan kewajiban jumlah rakaat salat bagi umat muslim. Puncak masjid ini dibuat tinggi juga untuk memberikan kesan luas di dalamnya. Adapun tinggi menaranya adalah 27 meter yang merefleksikan bahwa salat jamaah di masjid tersebut dilipatgandakan pahalanya hingga 27 derajat.

195 total views, 9 views today

Share.

Leave A Reply